Terbaru Dugaan Suap Perwakilan BEM UBK Usai Bertemu Gibran, Mahasiswa Ajukan 10 Tuntutan!
JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) menjadi sorotan publik setelah beredar video viral yang menarasikan adanya dugaan penerimaan uang oleh sejumlah perwakilan mahasiswa yang bertemu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden pada 15 Juni 2026.
Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengaku menerima sejumlah uang setelah pertemuan tersebut. Salah seorang mahasiswa mengaku menerima Rp2 juta, sementara mahasiswa lainnya mengaku menerima Rp2,5 juta. Video tersebut memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa UBK yang menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang diduga terlibat.
Diketahui, sebanyak 15 mahasiswa dari UBK, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka sebelumnya diterima dalam audiensi dengan Wakil Presiden setelah menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Menanggapi polemik yang berkembang, BEM Fakultas Hukum UBK melalui akun resmi Instagram @bemfhubk merilis 10 tuntutan kepada para pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penerimaan suap tersebut.
Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain meminta pihak terkait membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap, mengundurkan diri dari seluruh jabatan organisasi kemahasiswaan, membuat surat pernyataan bermaterai, hingga membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.
Mahasiswa juga meminta nama-nama yang diduga terlibat untuk diproses melalui mekanisme internal kampus. Mereka diberikan tenggat waktu 10 hari kerja, terhitung sejak 22 Juni hingga 6 Juli 2026, untuk memenuhi seluruh tuntutan yang telah disampaikan.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya meminta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengalihan sebagian anggaran untuk pendidikan tinggi, peninjauan kembali revisi Undang-Undang Polri, stabilisasi nilai tukar rupiah, hingga pembatalan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang diduga memberikan uang kepada para mahasiswa tersebut maupun hasil investigasi terkait dugaan suap yang menjadi perbincangan di media sosial.
Baca Juga
Komentar