Wali Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Polder Pondok Melati, Percepat Solusi Pengendalian Banjir
KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung progres pembangunan polder di wilayah Kecamatan Pondok Melati, Minggu (21/6/2026), sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi mempercepat penanganan banjir dan meningkatkan sistem pengendalian air di kawasan rawan genangan.
Dalam kunjungan tersebut, Tri Adhianto didampingi Camat Pondok Melati Cecep Miftah Farid, Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW), serta jajaran perangkat wilayah terkait. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa pembangunan polder merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan bagi masyarakat Pondok Melati dan wilayah sekitarnya. Karena itu, setiap hambatan yang muncul harus segera ditangani melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, perangkat wilayah, dan masyarakat.
Menurut Tri Adhianto, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir membutuhkan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.
“Kami ingin memastikan pembangunan polder ini berjalan sesuai rencana. Setiap kendala yang muncul harus segera diidentifikasi dan dicarikan solusi agar pekerjaan tidak mengalami hambatan yang dapat memperlambat proses pembangunan,” ujar Tri Adhianto saat meninjau lokasi.
Dalam arahannya kepada jajaran wilayah dan pelaksana proyek, Tri meminta seluruh pihak aktif menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan selama proses pembangunan berlangsung. Baik kendala teknis, administrasi, maupun persoalan yang berkaitan dengan koordinasi masyarakat harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

“Saya meminta seluruh pihak yang terlibat untuk segera melaporkan setiap kendala yang ada di lapangan. Jika ada hambatan administrasi, teknis, maupun kebutuhan koordinasi dengan masyarakat, segera sampaikan agar dapat langsung kita tindak lanjuti,” tegasnya.
Sebagai langkah percepatan pembangunan, Pemerintah Kota Bekasi berencana menambah alat berat untuk mendukung proses penggalian tanah yang menjadi bagian utama dalam pembangunan polder tersebut. Penambahan alat berat diharapkan dapat mempercepat pekerjaan konstruksi sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga meminta dinas terkait untuk segera menyelesaikan proses administrasi terhadap sebagian lahan milik warga yang akan digunakan sebagai bagian dari kawasan polder. Penyelesaian administrasi dinilai penting agar tidak menghambat tahapan pekerjaan berikutnya.
Tri menjelaskan bahwa pembangunan polder merupakan solusi jangka panjang yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas tampungan air sekaligus mengurangi potensi genangan saat curah hujan tinggi. Keberadaan polder nantinya diharapkan mampu membantu mengendalikan aliran air dan meminimalkan dampak banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pondok Melati.
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi hal yang sangat penting karena masyarakat membutuhkan solusi nyata terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama setiap musim hujan.
“Polder ini menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam penanganan banjir. Karena itu, saya ingin prosesnya dipercepat tanpa mengabaikan aspek teknis dan administrasi. Kita harus bergerak bersama agar pembangunan ini segera selesai dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Kehadiran Camat Pondok Melati, FKRW, serta perangkat wilayah dalam peninjauan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Pemerintah Kota Bekasi berharap seluruh proses pembangunan polder dapat berjalan lancar, berbagai kendala yang ada dapat segera diatasi, dan proyek tersebut dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan. Dengan selesainya pembangunan polder, kapasitas pengendalian banjir di wilayah Pondok Melati diharapkan semakin meningkat sehingga mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dari ancaman genangan maupun banjir saat musim hujan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tangguh terhadap bencana hidrometeorologi.
Baca Juga
Komentar