Hari Ini IHSG Ambles 2,53 Persen ke 5.692, 624 Saham Terseret Zona Merah
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah berada di zona merah pada perdagangan sesi I Jumat (5/6/2026). Tekanan jual yang terjadi sejak pembukaan membuat indeks anjlok 147,63 poin atau 2,53 persen ke level 5.692,16.
Pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor perdagangan. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hanya 115 saham yang berhasil menguat, sementara 624 saham melemah dan 220 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terbilang cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 23,37 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp21,07 triliun. Frekuensi perdagangan juga menyentuh 1,30 juta kali transaksi.
Meski pasar mengalami tekanan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia masih berada di level Rp10.017 triliun.
Mayoritas indeks sektoral bergerak di wilayah negatif. Hanya sektor bahan baku yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 1,01 persen. Sementara sektor lainnya mengalami koreksi seiring meningkatnya aksi jual investor.
Di jajaran saham penguat terbesar atau top gainers, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memimpin dengan lonjakan 19,34 persen ke level Rp9.875 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) yang naik 18,33 persen ke Rp3.550 dan PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) yang menguat 13,86 persen ke Rp115.
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam atau top losers dipimpin oleh PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) yang merosot 14,88 persen ke Rp515. Kemudian PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) turun 14,79 persen ke Rp121 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melemah 14,69 persen ke level Rp610.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global maupun domestik. Tekanan terhadap IHSG menunjukkan investor cenderung mengambil posisi hati-hati di tengah meningkatnya volatilitas pasar.
Baca Juga
Komentar