Viral Gerakan Jakarta Bersih dan Asri di Bekasi Kota, Terungkap Kapolres Ajak Warga Lawan Sampah dari Rumah
BEKASI KOTA — Komitmen menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan jajaran Polres Metro Bekasi Kota melalui pencanangan program bertajuk “Jakarta Bersih dan Asri” yang digelar di halaman Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat, 23 Mei 2026. Program tersebut menjadi simbol gerakan bersama antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih, sehat, dan tertib lingkungan di kawasan perkotaan.
Kegiatan apel pencanangan dipimpin langsung oleh Kusumo Wahyu Bintoro didampingi Wakapolres Davis Busin Siswara. Seluruh pejabat utama, personel Polri, serta ASN di lingkungan Polres Metro Bekasi Kota turut mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.
Sejak pagi hari, suasana halaman Mapolres terlihat tertib dan penuh semangat kebersamaan. Apel dimulai dengan penghormatan pasukan, laporan Komandan Apel AKP Jajuli selaku Wakasat Sabhara, hingga prosesi penyerahan simbolis alat kebersihan kepada perwakilan anggota sebagai tanda dimulainya gerakan nyata menjaga lingkungan bersih dan sehat.
Program “Jakarta Bersih dan Asri” tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan dan ancaman penyakit akibat sanitasi buruk.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa lingkungan yang bersih merupakan cerminan kualitas hidup masyarakat yang sehat dan disiplin. Menurutnya, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan RT, RW, hingga kawasan kota secara luas.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menjadi pondasi kesehatan masyarakat. Kesadaran ini harus dibangun bersama mulai dari rumah sendiri,” ujar Kusumo Wahyu Bintoro dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air, jalan umum, maupun ruang publik. Persoalan sampah yang terlihat sederhana, kata dia, sering kali menjadi pemicu banjir, pencemaran lingkungan, hingga penyebaran penyakit.
Menurut Kapolres, keberhasilan program kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah ataupun aparat keamanan semata. Diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar perubahan pola hidup bersih benar-benar menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman,” tegasnya.
Pencanangan program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penataan kawasan perkotaan yang lebih sehat dan tertib. Sebagai kota penyangga ibu kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, wilayah Bekasi menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Tingginya aktivitas masyarakat serta pertumbuhan kawasan permukiman dan perdagangan membuat persoalan sampah menjadi isu yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Karena itu, keterlibatan institusi kepolisian dalam gerakan kebersihan dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran publik secara lebih luas.
Usai apel, seluruh peserta langsung bergerak melakukan aksi bersih-bersih atau korve di lingkungan Mapolres dan sejumlah titik di sekitar kawasan RT setempat. Dengan membawa sapu, pengki, kantong sampah, hingga alat pemotong rumput, para personel tampak membersihkan area jalan, saluran air, dan ruang terbuka yang sebelumnya dipenuhi sampah daun maupun limbah plastik.
Aksi nyata tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang dan warga yang berada di sekitar Mapolres mengaku mendukung kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilakukan secara rutin.
Mereka menilai kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan sosial dan lingkungan memberikan contoh positif bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan sekitar. Selain itu, lingkungan yang bersih juga dinilai mampu meningkatkan kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Kalau lingkungan bersih, pembeli juga lebih nyaman datang. Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan,” ujar salah seorang pedagang di sekitar lokasi kegiatan.
Program “Jakarta Bersih dan Asri” sendiri sejalan dengan berbagai gerakan nasional terkait pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan sampah. Pemerintah selama beberapa tahun terakhir terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Di kawasan perkotaan seperti Bekasi dan Jakarta, masalah sampah menjadi salah satu persoalan klasik yang sulit dipisahkan dari aktivitas masyarakat. Penumpukan sampah di saluran air sering menjadi penyebab utama banjir ketika musim hujan tiba. Selain itu, lingkungan kumuh juga berisiko meningkatkan penyebaran penyakit seperti demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, gerakan kebersihan yang melibatkan lintas sektor dinilai menjadi langkah penting dalam membangun budaya hidup sehat secara berkelanjutan. Kepolisian tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat hadir sebagai motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap semangat menjaga kebersihan tidak berhenti setelah apel selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dijalankan baik di lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi.
Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan rumah, dan saling mengingatkan antarwarga merupakan fondasi utama menciptakan kota yang sehat dan nyaman dihuni.
Gerakan ini sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan asri, kualitas hidup masyarakat juga diyakini akan meningkat secara signifikan.
Kegiatan apel pencanangan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama mendukung gerakan kebersihan lingkungan. Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kebersihan kota.
Di tengah tantangan urbanisasi dan meningkatnya volume sampah setiap tahun, gerakan sederhana seperti korve dan kerja bakti tetap memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif. Polres Metro Bekasi Kota berharap program “Jakarta Bersih dan Asri” tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata menuju lingkungan perkotaan yang sehat, tertata, dan nyaman bagi generasi mendatang.
Baca Juga
Komentar