Terbaru Harga Bitcoin Jatuh di Bawah US$61.000, Saham Kripto Ambruk Serentak
JAKARTA – Gelombang tekanan jual kembali menghantam pasar aset digital global. Harga Bitcoin tercatat merosot tajam hingga menyentuh level terendah sejak Oktober, memicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham yang terkait dengan industri kripto dan blockchain.
Pada perdagangan Jumat, Bitcoin turun sekitar 4,4 persen ke level US$60.805,85 setelah sempat menyentuh titik terendah harian di US$59.786,72. Level tersebut menjadi harga terlemah Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir dan memperpanjang tren penurunan selama enam hari perdagangan berturut-turut.
Tidak hanya Bitcoin, Ethereum juga mengalami tekanan lebih dalam. Aset kripto terbesar kedua di dunia itu anjlok sekitar 10 persen ke kisaran US$1.591 dan mencatat level terendah dalam lebih dari satu tahun.
Penurunan tajam dua aset digital utama tersebut langsung berdampak pada saham-saham perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan industri kripto.
Coinbase dan Strategy Tertekan
Salah satu saham yang paling terdampak adalah Coinbase Global. Saham perusahaan bursa aset digital terbesar di Amerika Serikat itu turun lebih dari 8 persen dalam sesi perdagangan.
Sementara itu, saham Strategy, yang dikenal memiliki cadangan Bitcoin dalam jumlah besar di neracanya, juga melemah sekitar 9 persen dan menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir.
Tekanan jual juga melanda Robinhood Markets yang turun sekitar 8 persen seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar aset digital dalam jangka pendek.
Saham Tambang Kripto Berguguran
Penurunan harga Bitcoin memberikan dampak paling besar kepada perusahaan-perusahaan penambangan kripto.
Saham Mara Holdings mengalami penurunan lebih dari 10 persen. Kondisi serupa juga dialami Bit Digital dan Riot Platforms yang sama-sama terkoreksi lebih dari 10 persen dalam satu sesi perdagangan.
Bagi perusahaan tambang kripto, penurunan harga Bitcoin berpotensi menekan margin keuntungan karena pendapatan mereka sangat bergantung pada harga aset digital yang berhasil ditambang.
Saham Terkait Ethereum Ikut Terkoreksi
Melemahnya Ethereum juga menyeret saham perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap aset tersebut.
Bitmine Immersion Technologies dan Sharplink Gaming masing-masing turun sekitar 10 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga meluas ke seluruh ekosistem aset digital.
Investor Waspadai Volatilitas Tinggi
Analis pasar menilai tekanan terhadap Bitcoin dan Ethereum dipicu kombinasi berbagai faktor, mulai dari aksi ambil untung investor, ketidakpastian ekonomi global, hingga meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset berisiko.
Meski demikian, volatilitas tinggi memang menjadi karakter utama pasar kripto. Sejumlah investor jangka panjang masih melihat koreksi tajam sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek cenderung menunggu konfirmasi arah pergerakan berikutnya.
Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah saham-saham kripto, terutama perusahaan tambang dan bursa aset digital yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga mata uang kripto.
Baca Juga
Komentar