Terbaru Airlangga Targetkan IEU-CEPA Berlaku Awal 2027, 98 Persen Produk RI Berpeluang Masuk Eropa Tanpa Tarif
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester II 2026 agar implementasi dapat dimulai awal 2027. Perjanjian ini membuka peluang tarif nol persen untuk sekitar 98 persen produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa.
BRUSSEL – Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa mempercepat penyelesaian proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) guna memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan, dan memperkuat investasi kedua kawasan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, di sela agenda Brussels Economic Security Forum di Brussel, Belgia, Jumat (5/6/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas langkah percepatan ratifikasi agar perjanjian dagang strategis tersebut dapat mulai diterapkan pada awal tahun 2027.
“Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027,” ujar Airlangga Hartarto.
IEU-CEPA menjadi salah satu perjanjian ekonomi terbesar yang sedang diselesaikan Indonesia dengan kawasan Eropa.
Salah satu manfaat utama yang akan diperoleh Indonesia adalah penghapusan tarif perdagangan pada sekitar 98 persen pos tarif ekspor ke kawasan Uni Eropa.
Dengan skema tersebut, sebagian besar produk Indonesia berpotensi masuk ke pasar Eropa dengan tarif nol persen, sehingga meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperluas peluang ekspor.
Kesepakatan ini juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha Indonesia, terutama sektor manufaktur, tekstil, alas kaki, perikanan, pertanian, hingga produk hilirisasi industri.
Selain membahas ratifikasi IEU-CEPA, kedua pihak juga melakukan koordinasi menjelang kunjungan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, ke Indonesia bersama Komisioner Perdagangan Uni Eropa.
Kunjungan tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Eropa.
Dalam pertemuan itu, Airlangga dan Maros Sefcovic juga membahas peluang kerja sama investasi melalui program Global Gateway Uni Eropa.
Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan sektor mineral kritis yang saat ini menjadi kebutuhan utama dunia dalam mendukung transisi energi bersih dan industri teknologi hijau.
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena tengah mendorong hilirisasi sumber daya alam, termasuk komoditas mineral penting seperti nikel dan bahan baku baterai kendaraan listrik.
“Kami juga membahas peluang kerja sama investasi melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan sektor mineral kritis yang menjadi perhatian kedua pihak,” kata Airlangga.
Pemerintah menilai penyelesaian ratifikasi IEU-CEPA akan menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.
Selain membuka akses pasar yang lebih luas, implementasi perjanjian ini juga diharapkan meningkatkan investasi, memperkuat rantai pasok industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, implementasi penuh IEU-CEPA ditargetkan mulai berlaku pada awal tahun 2027.
Baca Juga
Komentar