Indonesia–Singapura Perkuat Kemitraan Industri dan Transisi Hijau, Investasi Tembus USD 75,5 Miliar
JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Singapura terus memperkuat kemitraan strategis di sektor industri, ekonomi hijau, agriteknologi, hingga pengembangan talenta digital melalui pertemuan The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Bilateral Working Group (SOM 6WG) yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pertemuan bilateral tersebut dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Edi Prio Pambudi, bersama Permanent Secretary Ministry of Trade and Industry Singapura, Beh Swan Gin.
Forum SOM 6WG menjadi agenda penting dalam mengevaluasi sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral kedua negara melalui enam kelompok kerja utama, yakni Working Group Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan KEK, Investasi, Transportasi, Pariwisata, Ketenagakerjaan, serta Agribisnis.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis agar mampu menjawab tantangan global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik internasional.
“Kerja sama Indonesia dan Singapura perlu diarahkan kepada upaya menjawab tantangan perkembangan dunia di sektor strategis seperti kawasan industri yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur digital, ekonomi hijau, teknologi pertanian dan pengembangan talenta-talenta digital,” ujar Deputi Edi Prio Pambudi.
Pada sektor kawasan BBK dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pemerintah mencatat sejumlah capaian penting, di antaranya penerbitan PP Nomor 25 Tahun 2025 tentang perluasan kewenangan perizinan BP Batam serta PP Nomor 47 Tahun 2025 mengenai perluasan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam dari delapan menjadi 22 pulau.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi birokrasi dan membuka peluang investasi yang lebih luas di kawasan BBK.
Selain itu, penyelenggaraan The 2nd Islands of Growth: BBK Investment Forum di Singapura pada November 2025 juga dinilai berhasil memperkuat promosi investasi kawasan BBK kepada investor internasional.
Dalam Working Group Investasi, Indonesia dan Singapura memperkuat kolaborasi pada lima sektor prioritas, yakni pengembangan infrastruktur industri, ekonomi hijau, layanan kesehatan, agribisnis, serta promosi investasi.
Salah satu proyek strategis yang menjadi sorotan adalah pengembangan Kendal Industrial Park (KIP) Fase 2 seluas 1.000 hektare setelah KIP Fase 1 mencapai kapasitas penuh.
Di sektor ekonomi hijau, perusahaan Singapura Sembcorp bersama PT SESNA tengah mengembangkan proyek tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan IMIP, Sulawesi Tengah, dengan kapasitas 200 MW dan sistem penyimpanan energi baterai sebesar 80 MWh senilai USD 210 juta.
Selain itu, kerja sama antara National University of Singapore (NUS), CRecTech, dan Pertamina juga tengah mengembangkan proyek percontohan biogas menjadi bio-metanol pertama di Indonesia yang berlokasi di Sumatera Utara.
Proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor metanol sekaligus membuka rantai nilai baru pada sektor bahan bakar hijau nasional.
Sementara itu, pada sektor transportasi, kedua negara mencatat kemajuan dalam pengembangan konektivitas penerbangan dan penguatan kerja sama antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines.
Di bidang pariwisata, kerja sama diarahkan pada promosi cruise tourism, destination twinning Indonesia-Singapura, serta penguatan kolaborasi industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Kerja sama ketenagakerjaan juga menjadi perhatian penting melalui pengembangan sumber daya manusia, program Tech X, pertukaran pelatihan vokasi, serta penguatan kerja sama regional ASEAN.
Pada sektor agribisnis, kedua negara sepakat melanjutkan penguatan kerja sama perdagangan pertanian dan implementasi Memorandum of Understanding tentang keamanan pangan dan teknologi pertanian.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah Young Farmers Development Programme (YFDP) Kementerian Pertanian, di mana 13 petani muda Indonesia dan dua ASN akan mengikuti pelatihan di Singapura pada Juni 2026 dengan pembiayaan penuh dari Pemerintah Singapura.
Permanent Secretary Beh Swan Gin menegaskan komitmen Singapura untuk terus menjaga hubungan kemitraan strategis bersama Indonesia, terutama dalam mendukung pertumbuhan industri, transisi hijau, dan pengembangan agriteknologi.
“Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan semakin mempererat hubungan kemitraan kedua negara melalui implementasi kerja sama konkret untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.
Secara statistik, Singapura masih menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai USD 32,8 miliar dengan tren pertumbuhan positif sebesar 3,9 persen dalam lima tahun terakhir.
Di bidang investasi, Singapura tetap menjadi investor asing terbesar di Indonesia dengan total investasi mencapai USD 75,5 miliar dalam lima tahun terakhir dan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 820 ribu lapangan kerja di berbagai sektor strategis nasional.
Baca Juga
Komentar