Heboh! Herbalis Asal Indonesia Terima Kiswah Ka'bah Seberat 1 Kilogram dari Raja Arab Saudi
JAKARTA – Nama H. Ki Ageng Dewantara kembali menjadi perbincangan di kalangan pemerhati pengobatan tradisional Indonesia. Praktisi herbal yang mengaku telah mengabdikan diri dalam dunia pengobatan tradisional sejak 1997 itu menuturkan perjalanan panjangnya melayani pasien dari berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara di dunia.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/5/2026), Ki Ageng Dewantara mengisahkan pengalaman lebih dari dua dekade mengembangkan pengobatan berbasis herbal nusantara. Ia menyebut pasien yang datang ke kliniknya tidak hanya berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara di Eropa, Asia, Australia, hingga Timur Tengah.
Menurutnya, praktik pengobatan herbal yang dijalankan selama hampir 30 tahun telah menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang. Pelayanan kesehatan tradisional tersebut dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Bali, Jakarta, dan Kediri, Jawa Timur.
"Pasien yang datang bukan hanya dari Indonesia. Ada yang berasal dari Belgia, Rusia, Australia, Jerman, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Arab Saudi," ujar Ki Ageng Dewantara.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasien mengenal dirinya melalui rekomendasi dari keluarga, kerabat, maupun pasien lain yang sebelumnya pernah menjalani terapi herbal.
Pengobatan Tradisional Indonesia Kian Dilirik
Minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Di tengah perkembangan teknologi kesehatan modern, sebagian masyarakat tetap memilih pendekatan herbal sebagai terapi pendamping untuk menjaga kesehatan maupun membantu proses pemulihan.
Ki Ageng Dewantara menilai kekayaan tanaman obat Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa metode pengobatan tradisional masih bertahan dan diminati hingga saat ini.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Ribuan jenis tanaman memiliki potensi sebagai bahan baku jamu dan ramuan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Nusantara.
Menurutnya, penggunaan herbal harus tetap dilakukan secara bertanggung jawab dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Dalam keterangannya, Ki Ageng Dewantara mengklaim telah menangani berbagai keluhan kesehatan melalui pendekatan herbal tradisional. Namun demikian, efektivitas terapi herbal terhadap penyakit tertentu tetap memerlukan pembuktian ilmiah dan konsultasi medis yang sesuai.
Mengaku Pernah Menangani Berbagai Kalangan
Selain masyarakat umum, Ki Ageng Dewantara mengaku pernah menerima pasien dari berbagai kalangan profesi, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat publik.
Ia menyebut sejumlah nama yang menurut pengakuannya pernah berkonsultasi atau menjalani pengobatan di klinik yang dikelolanya. Namun informasi tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen dalam kesempatan terpisah.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa prinsip utama yang dipegang selama menjalankan praktik pengobatan adalah menjaga kerahasiaan dan kenyamanan pasien.
"Bagi saya yang terpenting adalah membantu masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik sesuai kemampuan yang kami miliki," ujarnya.
Janji Mengobati Gratis Saat Menjalankan Ibadah Umrah
Salah satu kisah yang paling berkesan bagi Ki Ageng Dewantara terjadi ketika dirinya menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Ia mengaku memiliki komitmen pribadi bahwa selama berada di Makkah dan Madinah, dirinya tidak akan menerima bayaran dari pasien yang meminta bantuan pengobatan.
Menurutnya, niat tersebut muncul sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian kepada sesama umat.
"Ketika sedang umrah, saya pernah bernazar untuk membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa memungut biaya," tuturnya.
Dalam beberapa kesempatan, ia mengaku membantu sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami masalah kesehatan selama berada di Arab Saudi.
Kisah Permaisuri Raja yang Menjadi Titik Balik
Pengalaman yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya, menurut Ki Ageng Dewantara, terjadi pada tahun 2017 ketika dirinya mengaku mendapat panggilan khusus dari sebuah keluarga kerajaan di kawasan Timur Tengah.
Ia menuturkan bahwa seorang permaisuri kerajaan mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan kesulitan berjalan selama lebih dari satu tahun.
Atas permintaan keluarga kerajaan tersebut, Ki Ageng Dewantara mengaku diminta memberikan pendampingan pengobatan menggunakan pendekatan herbal tradisional.
Menurut pengakuannya, setelah menjalani proses pengobatan dan pendampingan, kondisi kesehatan sang permaisuri mengalami perkembangan positif.
Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu pengalaman yang paling sering diceritakan dalam berbagai kesempatan.
"Saya hanya berusaha dan berikhtiar. Kesembuhan tetap datang atas izin Allah SWT," katanya.
Hadiah Kiswah yang Disimpan Hingga Kini
Setelah rangkaian pengobatan selesai, Ki Ageng Dewantara mengaku mendapat penghormatan khusus dari keluarga kerajaan tersebut.
Ia menuturkan bahwa dirinya sempat ditanya mengenai biaya pengobatan yang harus dibayarkan. Namun ia memilih tidak menerima imbalan apa pun.
Sebagai bentuk penghargaan, menurut pengakuannya, keluarga kerajaan kemudian memberikan sebuah potongan Kiswah atau kain penutup Ka'bah yang selama ini menjadi simbol kehormatan dan kemuliaan di dunia Islam.
Kiswah merupakan kain hitam yang menutupi bangunan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Kain tersebut dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an yang dibuat menggunakan benang emas dan perak.
Ki Ageng Dewantara mengaku menerima potongan Kiswah berukuran sekitar satu meter dengan lebar 60 sentimeter.
Menurutnya, benda tersebut hingga kini masih disimpan sebagai amanah dan pengingat atas perjalanan spiritual yang pernah dialaminya.
"Saya menganggap Kiswah itu bukan sekadar hadiah, tetapi amanah yang harus dijaga dengan baik," ujarnya.
Simbol Penghormatan terhadap Pengobatan Tradisional Indonesia
Bagi Ki Ageng Dewantara, Kiswah yang diterimanya memiliki makna lebih luas daripada sekadar penghargaan pribadi.
Ia menilai hadiah tersebut menjadi simbol pengakuan terhadap keberadaan pengobatan tradisional Indonesia yang mulai dikenal di berbagai negara.
Menurutnya, Indonesia memiliki warisan budaya pengobatan herbal yang sangat kaya dan berpotensi menjadi bagian dari diplomasi budaya di tingkat internasional.
Karena itu, ia berharap generasi muda tetap menjaga, mempelajari, dan mengembangkan ilmu pengobatan tradisional secara profesional dan bertanggung jawab.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Di tengah semakin berkembangnya dunia kesehatan modern, Ki Ageng Dewantara menilai pengobatan tradisional dan medis modern tidak perlu dipertentangkan.
Menurutnya, keduanya dapat berjalan berdampingan selama mengutamakan keselamatan pasien dan berdasarkan prinsip ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan tanaman obat Indonesia, termasuk riset dan standardisasi produk herbal nasional.
Dengan dukungan penelitian yang kuat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan herbal dunia.
"Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa. Tugas kita adalah menjaga, meneliti, dan memanfaatkannya secara bijak untuk kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.
Tag Keyword: Ki Ageng Dewantara, Pengobatan Herbal Indonesia, Kiswah Ka'bah, Herbalis Indonesia, Pengobatan Tradisional,
Baca Juga
Komentar