Hari Ini Bursa Asia Menguat, Nikkei dan Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Optimisme Global
JAKARTA – Bursa saham Asia mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (1/6/2026), seiring sentimen positif yang mengalir dari pasar Amerika Serikat setelah Wall Street kembali mencetak rekor penutupan tertinggi pada akhir pekan lalu.
Penguatan pasar dipimpin oleh Jepang dan Korea Selatan yang sama-sama mencatatkan rekor baru. Optimisme investor terhadap sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan semikonduktor menjadi faktor utama yang mendorong reli pasar saham kawasan Asia.
Indeks Nikkei 225 Jepang mencetak sejarah baru dengan menembus level tertinggi sepanjang masa. Indeks unggulan Negeri Sakura tersebut melonjak 691,42 poin atau 1,04 persen ke posisi 67.020,92.
Bahkan selama perdagangan berlangsung, Nikkei sempat menyentuh level intraday tertinggi di 67.050,43 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih rendah.
Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir. Investor terlihat agresif melakukan pembelian pada saham-saham teknologi dan perusahaan besar yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan kuat di tengah pemulihan ekonomi global.
Salah satu pendorong utama kenaikan Nikkei adalah saham raksasa investasi teknologi SoftBank Group yang melesat hampir 9 persen. Kinerja saham tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap perkembangan industri teknologi dan kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat.
Namun tidak semua sektor menikmati sentimen positif. Saham perusahaan ritel Fast Retailing, pemilik merek Uniqlo, justru mengalami tekanan dan turun hampir 2 persen.
Sementara itu, sektor otomotif Jepang masih menghadapi aksi jual. Saham Honda Motor turun lebih dari 4 persen, diikuti Toyota Motor Corporation yang juga melemah lebih dari 4 persen. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap dinamika industri kendaraan global serta meningkatnya persaingan di sektor kendaraan listrik.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI mencatat performa yang lebih impresif. Indeks utama Negeri Ginseng itu melonjak sekitar 4,60 persen hingga mencapai level 8.869 dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Penguatan signifikan tersebut didorong oleh data ekspor Korea Selatan yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa sepanjang Mei 2026. Nilai ekspor negara tersebut mencapai USD87,8 miliar atau meningkat 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja ekspor yang kuat terutama ditopang oleh sektor semikonduktor yang menjadi tulang punggung ekonomi Korea Selatan. Ekspor chip melonjak hingga 169 persen secara tahunan, mencerminkan tingginya permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan, pusat data, dan perangkat elektronik.
Saham Samsung Electronics menjadi salah satu motor utama penguatan pasar dengan kenaikan sekitar 5,7 persen. Investor juga menaruh perhatian besar terhadap rencana kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke Korea Selatan dalam pekan ini.
Pasar menilai kunjungan tersebut berpotensi membuka peluang kerja sama baru antara perusahaan-perusahaan Korea Selatan dengan Nvidia dalam pengembangan teknologi AI dan industri semikonduktor global.
Di kawasan China, sentimen pasar juga cenderung positif meskipun penguatannya lebih terbatas. Indeks Shanghai Composite naik 0,46 persen, sementara indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,07 persen.
Investor masih mencermati perkembangan ekonomi China yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan bertahap, terutama setelah sektor jasa dan konstruksi mulai kembali tumbuh pada Mei 2026.
Di Singapura, indeks Straits Times bergerak relatif stabil dengan perubahan yang tidak terlalu signifikan. Sementara itu, pasar Australia menjadi satu-satunya yang mengalami pelemahan di kawasan utama Asia.
Indeks ASX 200 Australia turun 0,14 persen akibat aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya serta kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga energi global terhadap perekonomian domestik.
Dari Amerika Serikat, sentimen positif masih menjadi penopang utama pergerakan pasar global. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, ketiga indeks utama Wall Street kembali ditutup di level rekor tertinggi.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen ke level 51.032,46. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,2 persen menjadi 7.580,06 dan Nasdaq Composite bertambah 0,2 persen ke posisi 26.972,62.
Meski demikian, para pelaku pasar global masih memantau perkembangan geopolitik, khususnya terkait perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Jika kesepakatan dapat dicapai, gangguan terhadap pasokan energi global diperkirakan akan mereda dan memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar keuangan.
Sebaliknya, apabila ketegangan terus berlanjut, volatilitas pasar masih berpotensi meningkat akibat kekhawatiran terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi global.
Untuk saat ini, kombinasi kinerja ekonomi yang solid, pertumbuhan sektor teknologi, dan optimisme terhadap industri kecerdasan buatan menjadi faktor utama yang menjaga momentum positif pasar saham Asia di awal Juni 2026.
Baca Juga
Komentar