DPR RI Soroti Layanan Konsumsi dan Kesehatan Jemaah Haji 2026 Jelang Puncak Ibadah di Arafah
JAKARTA — Tim Pengawas Haji DPR RI menyoroti pentingnya penguatan layanan dasar bagi jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji 2026, khususnya terkait kualitas konsumsi dan pendampingan kesehatan menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pengawasan terhadap layanan jemaah dinilai perlu diperkuat mengingat kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai suhu hingga 45 derajat Celsius dengan tingkat kepadatan jemaah yang sangat tinggi.
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Atalia Praratya, menegaskan bahwa asupan makanan bergizi menjadi faktor penting dalam menjaga stamina dan daya tahan tubuh jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, bidang konsumsi Kementerian Haji perlu memastikan makanan yang disajikan kepada jemaah tidak hanya memenuhi standar kelayakan, tetapi juga memiliki kandungan gizi dan vitamin yang tetap terjaga meskipun melalui proses pengolahan dalam jumlah besar.
“Para jemaah ini membutuhkan makanan yang benar-benar bisa menjaga stamina mereka. Kandungan vitamin dalam makanan harus tetap diperhatikan agar tubuh tetap kuat menjalani ibadah di tengah cuaca ekstrem,” ujar Atalia.
Ia juga menyoroti proses pengolahan makanan, khususnya sayuran, yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih agar tidak kehilangan kandungan nutrisi akibat dimasak terlalu lama.
Menurutnya, kualitas konsumsi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kondisi fisik jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Nanti teman-teman bidang konsumsi juga perlu memberikan perhatian khusus terkait bagaimana makanan ini benar-benar dapat membantu meningkatkan stamina para jemaah,” tambahnya.
Selain persoalan konsumsi, Tim Pengawas Haji DPR RI juga memberikan perhatian serius terhadap layanan kesehatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
Atalia menilai keterbatasan tenaga kesehatan menjadi tantangan tersendiri di tengah tingginya jumlah jemaah Indonesia yang membutuhkan pendampingan, terutama jemaah lanjut usia serta mereka yang memiliki penyakit bawaan.
Menurutnya, kondisi cuaca panas ekstrem dan aktivitas fisik yang padat selama rangkaian ibadah haji berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu, DPR RI mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pendampingan kesehatan serta memberikan perhatian khusus kepada jemaah berisiko tinggi agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Tim Pengawas Haji DPR RI berharap penguatan layanan konsumsi dan kesehatan dapat menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan haji tahun ini sehingga seluruh jemaah Indonesia memperoleh perlindungan dan pelayanan maksimal selama berada di Tanah Suci.
Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas penyelenggaraan ibadah haji terus meningkat dari tahun ke tahun, khususnya dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan tingginya mobilitas jemaah selama puncak ibadah berlangsung.
Baca Juga
Komentar