Menteri Maruarar Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik
JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap berada di angka 5 persen, meskipun Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.
Menurut Maruarar, pemerintah berkomitmen menjaga keterjangkauan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tengah dinamika ekonomi dan kebijakan moneter.
“Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau,” ujar Maruarar, Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak dengan cicilan yang tetap ringan dan terjangkau.
Tenor KPR FLPP Hingga 40 Tahun
Maruarar juga memastikan program KPR FLPP dengan tenor hingga 40 tahun yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto telah melalui kajian mendalam dan siap dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga berpenghasilan rendah.
“Program ini telah dipersiapkan secara matang agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan rumah pertama,” katanya.
Realisasi FLPP Capai 78 Ribu Unit Rumah
Kementerian PKP mencatat realisasi penyaluran FLPP tahun anggaran 2026 telah mencapai 78.277 unit rumah atau sekitar 22,36 persen dari target tahunan sebanyak 350.000 unit rumah.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program pembiayaan rumah bersubsidi yang menawarkan bunga rendah dan cicilan tetap.
Pemerintah optimistis target penyaluran FLPP tahun ini dapat tercapai seiring meningkatnya pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah.
Pemerintah Percepat Penyelesaian Rusun Meikarta
Selain membahas program FLPP, Maruarar turut menyoroti perkembangan penyelesaian proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) Meikarta.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk proses serah terima aset hibah, percepatan uji tuntas (due diligence) terkait legalitas lahan oleh Danantara, hingga penunjukan BUMN yang akan bertanggung jawab melanjutkan penyelesaian proyek tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah membeli unit hunian dan menunggu penyelesaian proyek.
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026.
Selain BI Rate, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen serta lending facility menjadi 6,50 persen.
Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target pemerintah.
Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan kenaikan BI Rate tersebut tidak akan berdampak terhadap bunga KPR subsidi FLPP yang tetap dipertahankan sebesar 5 persen guna mendukung akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah layak dan terjangkau.
Baca Juga
Komentar